//
you're reading...
cafe & resto, Kuliner International

Menikmati Seafood di Geladak Kapal

Suasana khas kapal langsung terasa sesaat setelah saya memasuki Piscator Seafood Buffet yang berada di Ground Floor, Epicentrum Walk, Kuningan ini. Cermin-cermin bulat khas jendela kapal tertata rapi di sepanjang dinding yang mayoritas adalah kaca, dan pernak pernik miniatur kapal pun terlihat apik di tengah ruangan.
Ini memang konsepnya kapal. Piscator sendiri memang diambil dari bahasa Itali yang artinya nelayan.
— Liny Tanto

“Ini memang konsepnya kapal. Piscator sendiri memang diambil dari bahasa Itali yang artinya nelayan,” ucap Liny Tanto, Marketing Manager Piscator, dalam perbincangan santai sambil berbuka puasa di restoran yang terdiri dari dua lantai ini, Rabu (1/9/2010).

Memasuki pintu masuk gerai ini, seakan memasuki geladak kapal yang berisi
berbagai macam jenis seafood. Desain dari restoran ini memang berdesain interior khas geladak kapal sehingga pengunjung dapat merasakan berada di kapal yang sesungguhnya dengan kenyamanan dua lantai.

Di lantai satu terlihat nuansa khas interior kapal, berbagai jenis makanan tersedia di depan pintu masuk, baik yang sudah dimasak maupun yang masih bisa diolah oleh chef. “Di sini yang paling digemari adalah BBQ Grill dan Tepanyakinya, selain Sushi dan Sashimi. Dan memang, yang diandalkan dan merupakan kelebihan Piscator adalah seafood-nya yang bagus dan fresh,” katanya di sela-sela obrolan santai di salah satu meja yang terletak di bagian belakang lantai satu Piscator.

“Itu memang benar…,” sebut saya dalam hati.

Bagaimana tidak? Rasa gurih dan empuk udang yang kemerah-merahan setelah dibakar, serta cumi dan ikan tuna yang terasa empuk dan manis di lidah menjadi pembenaran perkataan wanita yang pada saat itu mengenakan atasan blazer jeans berwarna biru muda.

Pada saat itu saya memang sedang menyantap BBQ Grill. Di sini kita dapat memilih sendiri udang, cumi, ayam, ataupun ikan tuna yang ingin dimakan, setelah itu kita memilih sendiri mau dimakan dengan cara BBQ Grill atau Tepanyaki. Dalam waktu sekitar lima sampai sepuluh menit, BBQ Grill dapat disantap.

“Jika ingin masakan Korea hanya dapat dinikmati di restoran Korea, masakan Jepang di restoran Jepang, sedangkan di sini mencakup semua. Dan, kita tidak memakai micin,” lanjut perempuan berkulit putih tersebut.

Diceritakannya, terdapat lebih dari 100 main menu di gerai all you can eat ini. Seafood-nya sendiri pun lokal, kecuali daging sapi, salmon, dan tuna. Satu orang chef dari Korea dan chef-chef lokal menjadi kunci penyaji berbagai jenis masakan seafood yang fresh, lembut, gurih, serta enak di lidah.

“Makanan sudah menjadi lifestyle. Meeting sambil makan, kalau macet pun mendingan makan dulu. Selain itu, kita pasti suka dengan seafood, makanan yang digemari dari kecil hingga besar. Buffet di hotel mahal, makanya kita ingin tempat yang enak dan harganya terjangkau,” paparnya.

Di akhir perbincangan, Liny menambahkan untuk lunch (11.00-15.00) dikenakan biaya Rp 140.000++, sedangkan untuk dinner (17.30-22.00) dikenakan biaya Rp 179.000++. “Ini buka setiap hari dari pukul 11.00 hingga 22.00,” katanya.

Sumber     : travel.kompas
Lihat juga :
Nelayan restoran
Sushi tei
Marzano

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

September 2010
S S R K J S M
    Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Arsip

%d blogger menyukai ini: