//
you're reading...
Kuliner Nusantara

Ayam Kampung Bukan Coto atau Konro, Ueenak…

Ayam parape, bundu-bundu, atau pallu ke’oang mungkin tak setenar makanan khas Makassar lainnya, seperti coto dan konro. Padahal ketiga makanan itu juga menu khas Makassar yang tak kalah nikmat. Daging ayamnya tak sembarangan. Semuanya terbuat dari daging ayam kampung.

Ayam parape tak jauh berbeda dengan ayam kampung goreng. Perbedaannya ada pada bumbunya yang kental dan khas. Saat dicicipi, rasa bawang dan kecap manisnya begitu terasa di lidah. “Rasa masakannya khas daerah banget,” kata Nadia, seorang pengunjung Restoran Dapur Makassar di Jalan Mappanyukki.

Rasa bumbunya gurih. Sedikit kental dengan aroma bawang merah dan putih yang sangat menggoda. Jangan lupa melengkapi kelezatan ayam parape dengan menambahkan petai goreng atau lalapan dan saus kecap. Saus kecap ini dibuat sendiri dengan racikan tradisional khusus.

Manajer Operasional Restoran Dapur Makassar Imam Hanafi mengatakan restoran ini sengaja menyajikan olahan ayam kampung. Rasanya dianggap lebih pas untuk warga Makassar. Suasana restoran cukup menyenangkan untuk menikmati masakan khas daerah. “Konsep ruangannya modern,” kata Nadia.

Pilihan menu ayam kampung lain adalah bundu-bundu dan pallu ke’oang. Bundu-bundu merupakan ayam yang disuwir-suwir dengan kuah rasa asam.

Adapun pallu ke’oang tak jauh berbeda dengan bakso daging ayam kampung. Kaldu ayamnya berasa asam-manis. Saat diaduk, potongan kol, jamur kuping, dan suun menari bersama minyak kaldu di atas kuah. Makanan ini mirip gabungan antara soto dan bakso. Bedanya hanya pada rasa kaldu ayamnya.

Dedy Koesworo, dari tim operasional Restoran Dapur Makassar, mengatakan restorannya memang khusus menyajikan menu khas Makassar yang belum familiar. “Kami bangga dengan masakan daerah. Kalau menu coto atau konro sudah banyak disajikan,” kata Dedy.

Kalau sudah makan salah satu menu tadi, pilihlah pencuci mulut yang pas. Cake ala Eropa bisa menjadi pendorong daging ke perut. Ada tiga macam menu: cake triple chocolate, king of cheese, dan tiramisu. Minuman tradisional juga siap mengiringi daging ayam kampung masuk ke perut, yakni es cendol, es buah, dan es teler.

Es cendol berupa campuran cendol ijo, nangka, santan, dan sirop gula merah. Warna-warni campuran ini sudah pasti menggoda para pembelinya. Semua menu tak menguras isi kantong. Harganya Rp 12-20 ribu.

Nikmati Menu Makanan Restoran

Jika ingin mencoba menu makanan ala restoran, tentunya semua harus dicoba. Berbeda kalau hanya ingin melepaskan rasa penasaran menu favorit sebuah restoran. Berikut ini tip menikmati makanan ala restoran tanpa harus menguras isi kantong.

1. Sebelum berangkat, Anda boleh makan sedikit buah segar, seperti apel. Jangan pergi dalam keadaan sangat lapar.
2. Pilihlah restoran dengan menu variatif, termasuk nasi, sayur, salad, daging, dan sup.
3. Saat ingin memesan, tanyakan menu favorit. Pesanlah salah satu menu atau semua menu.
4. Pilih porsi sesuai dengan kantong dan kemampuan perut, ambilah nasi serta lauk secukupnya.
5. Jangan habiskan makanan terlalu cepat. Kunyahlah makanan perlahan-lahan dan nikmati hidangannya.
6. Usahakan memesan minuman yang tidak manis, misalnya es teh tawar, es teh lemon, dan jus jeruk, untuk menetralisasi makanan.

Sumber     : tempointeraktif
Lihat juga :
marzano
loewy
table8

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

September 2010
S S R K J S M
    Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Arsip

%d blogger menyukai ini: