//
you're reading...
cafe & resto, Kuliner International

Inovasi Tiada Akhir dari Pancious

Masyarakat Jakarta tentunya tidak asing lagi untuk memanjakan lidah dan perut dalam berwisata kuliner dengan hidangan pancake. Sejak kehadiran Pancious, Pancake House yang memfokuskan diri dengan menu pancake-nya, mengubah kebiasaan makan warga ibukota.

“Dulu, pancake hanya biasa dihidangkan atau disantap sebagai menu sarapan pagi di hotel-hotel ternama. Tetapi sejak kami buka tiga tahun lalu, pancakepun menjadi sangat akrab disantap oleh berbagai usia, status dan kesempatan dengan aneka cita rasa,” kata Veronica Tjong, salah satu pendiri tempat ini.

Pada acara dirgahayu ulang tahun ke tiga yang berlangsung Selasa siang (2/3) di Pacifik Place, Jakarta, wanita yang biasa disapa Vero mengatakan restonya selalu menyajikan inovasi terbaru mulai menu, penampilan setiap gerai hingga melebarkan sayap cabang gerainya. Tercatat hingga kini ada lima gerai Pancious di Permata Hijau, Pacific Place, Plasa Indonesia, Mal Taman Anggrek dan Mal Kelapa Gading.

“Komitmen selalu updating inovasi atau melakukan inovasi tanpa henti. Dan sejak awal berdirinya kami mengusung konsep urban resto. Kini setiap outlet menyediakan lebih dari seratus menu lezat dan nikmat,” ujarnya.

Diakui Vero, pada awalnya, pengunjung yang datang ke sini lebih berorientasi pancake dengan es krim sebagai menu penutup. Tetapi, secara perlahan kini pengunjung mulai lebih percaya diri menganggap pancake sebagai menu utama seperti halnya burger dan pizza.

“Kami sungguh sangat bersyukur masyarakat sudah mulai terbiasa lidahnya menyantap menu ini sebagai hidangan utama yang bisa dinikmati dalam berbagai kesempatan entah untuk menu makan malam, siang, pagi atau sore,” pungkas wanita berkulit putih ini.

Diapun menjgatakan tempatnya selalu mengutamakan kualitas makanan, pelayanan dan suasana yang enak dan bersih. Tak heran dari lima gerai di ibukota, tempat makan ini menjadi daya tarik yang selalu ramai didatangi pengunjung. Pada akhir pekan seperti Jumat, Sabtu dan Minggu, agak sulit juga mencari tempat yang lenggang atau bercengkrama dengan santai di sini.

Memang pancake bukanlah burger atau fried chicken yang sudah umum di masyarakat ibukota. Karena itu, Veropun merasa tertantang untuk menyajikan inovasi terbaru untuk memanjakan pelanggan yang makin mencintai menu andalannya ini. Dan untuk menyajikan menu terbaru dengan updating dan inovasi terkini bukan hal mudah,yang dilakuan dengan proses testing ketat selama tiga bulan.

“Hal utama lainnya kamipun mempertimbangkan soal harga dan pasokan bahan. Sepintas soal ini sepele, justru inilah yang menjadi kunci sukses menikmati pancake kami,” imbuhnya.

Inovasi rutin yang dilakukan Vero setiap tahun memperkenalkan program menu pancake tahunan. Pada tahun pertama berdiri bertema Cheese, Chessie, Cheecious atau pancake dengan cita rasa keju. Di tahun selanjutnya tema Panaholic atau pancake dengan linquor. Di hari jadinya ke tiga tahun tema Custard Subs atau pancake dengan Custard.

“Pokoknya kami selalu mengkreasikan hal baru, yang terinspirasi atau kombinasi dari budaya makanan lain, sehingga menghasilkan menu inovatif yang selalu dicari dan dinanti pengunjung.

Sumber : tempointeraktif
marzano, loewy, table8

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Oktober 2010
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Arsip

%d blogger menyukai ini: