//
you're reading...
cafe & resto, Kuliner International

Pizza ‘Gunung Berapi’ Membara ala Bali

Pariwisata di Bali bukan hanya pantai dan budayanya yang unik. Pulau Dewata juga punya kekayaan kuliner yang patut dijelajahi.

Di Jalan Pantai Kuta, Legian, misalnya. Sebuah restoran bernama Papa’s Limoncello menawarkan hidangan unik, volcano pizza.

Tak seperti lazimnya pizza yang bentuknya ceper, penampilan pizza ala ‘gunung berapi yang siap meletus’ ini adalah setengah bola berdiameter lebih kurang 30 centimeter.

Tak hanya rupa yang tak biasa, cara penyajian makanan ini spesial. Di meja makan, pramusaji akan menyiram permukaan pizza dengan cairan, lalu menyalakan korek. Pizza dibakar hingga membara. Api yang membumbung tiba-tiba, tak jarang mengagetkan pembeli.

“Wow! Ini sangat unik, saya tak pernah melihat ini sebelumnya,”
Api yang membakar pizza akan bertahan sekitar 15 detik, meninggalkan bekas kecoklatan di permukaannya yang tipis.giliran pisau dimainkan. Kulit permukaan dipotong melingkar dan disisihkan. Yang tertinggal pizza ceper, lengkap dengan topping dan lelehan keju mozzarella. Pizza jenis ini adalah satu-satunya di Bali. Bahkan, “di Italia, makanan seperti ini tidak ada,” kata manajer operasional Papa’s Limoncello, Widyartanto Heru.

Ide pizza ini, kata dia, dicetuskan salah satu pendiri kafe yang asal Sisilia, Italia. “Ini adalah pengembangan dari calzone – pizza setengah lingkaran. Agar lebih menarik dibuat seperti gunung.”

Tak hanya rasa yang ditonjolkan, tapi juga unsur hiburan. Kata Widyartanto, ada ‘tradisi’ untuk menggunakan kulit pizza pizza yang tipis setengah bola sebagai topi. Atau, bisa juga dibolongi dan dijadikan topeng.

“Topi atau topeng biasanya digunakan dalam permainan. Tapi kalau masih lapar dan ingin memakannya, boleh-boleh saja,” tambah dia.

Dijelaskan Widyartanto, ada dua varian pizza volcano yang disediakan, Kintamani vocano pizza, dengan topping daging, ham, dan sosis – yang semuanya sapi. Juga ada vocano Fujiyama yang permukaannya ditaburi seafood dan rajangan buah zaitun atau olive nan gurih.

“Ini untuk mengantisipasi selera dan kondisi pembeli. Ada orang-orang yang alergi seafood, di sisi lain karena keyakinannya, ada yang tidak boleh memakan daging sapi. Yang jelas, makanan di sini halal. Apalagi kebetulan pemilik restoran ini orang asli Malaysia yang sudah WNI.

Pizza ‘gunung berapi’ ini dibentuk dari dua adonan tipis berbentuk lingkaran. Setelah diisi topping, dua adonan lalu disatukan.

Dengan teknik pemompaan khusus, lapisan bagian atas dibuat menggelembung. Kemudian, pizza dipanggang di tungku bata khusus untuk pizza. Butuh suhu sampai 300 derajat celcius untuk memanggang pizza.

Hanya perlu waktu kurang lebih 15 menit untuk menyiapkan dan memanggang pizza ini. Panggangan menggunakan kayu kopi agar panasnya tahan lama dan baunya harum. Kayu bakar biasa kurang bagus untuk memanggang pizza,” kata Widyartanto.
Yang jelas, pizza yang dibanderol harga Rp 125.000 ini mampu menarik para pembeli, terutama dari Jepang dan Korea. “Mungkin karena bentuk dan penyajiannya unik,”
(sadur : kosmo.vivanews)
marzano, pizza hut, sandwich

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Oktober 2010
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Arsip

%d blogger menyukai ini: