//
you're reading...
Kuliner International

Shisha Cafe

Jika Anda mencari sebuah restoran atau kafe bernuansa kental Timur Tengah, Shisha Cafe bisa menjadi salah satu pilihannya. Karena, tak hanya menyediakan shisha, resto satu ini juga sangat andal untuk urusan makanan dan minuman khas Lebanon.

Bagi sebagian orang, nama Shisha Cafe sudah tidak lagi terdengar asing. Ya, memang restoran kafe bergaya Timur Tengah ini sudah lama melalang buana di kancah kuliner. Selama ini, Shisha Cafe cukup identik dengan menu ‘jawaranya’, shisha, yakni aroma therapy yang berasal dari tembakau khusus minim zat berbahaya yang digunakan dengan cara dihisap layaknya rokok.

“Shisha memang menjadi salah satu menu andalan. Karena itu, kami menjaga baik kualitasnya. Untuk bahan dan alat-alat kami 100 persen impor,” kata Muhamad Nagib Alkaff, pemilik Shisha Cafe, kepada sejumlah wartawan kemarin malam di Shisha Cafe Kemang, Jakarta, 6 September 2009.

Di restoran yang kurang lebih 60 persen pengunjungnya adalah orang asing atau ekspatriat ini, tambah Alkaff, terdapat 30 pilihan rasa shisha, yang mana kebanyakan adalah rasa buah-buahan. Mulai dari apel, anggur, strawberi, semangka, aprikot, kiwi, guava, dan buah lainnya.

“Selain buah-buahan ada juga rasa-rasa spesial seperti rasa permen karet atau bubble gum, moccachino, vanilla, dan sebagainya,” ucap Alkaff.

Namun, mungkin belum banyak orang yang mengetahui bahwa di balik nama Shisha Cafe, restoran kafe ini juga memiliki hidangan khas Lebanon di samping shisha. Padahal, untuk menu makanan dan minuman, Alkaff sengaja mendatangkan konsultan asal Lebanon untuk mengevaluasi (review) makanan dan minumannya per tiga bulan sekali.

Sebut saja Sahara Tea dan Jallab (sari buah kurma). Dua minuman khas Timur Tengah ini menjadi menu minuman primadona di Shisha Cafe, dan cukup pas jika disandingkan dengan shisha.

Untuk menu makanan, selain Shawarma Kebab, yakni kebab dengan irisan daging yang dicampur dengan bumbu khas Timur Tengah, anak perusahaan PT Shisha Internasional ini juga mengunggulkan Lahma Mashwi, lamb grill yang dibuat dari daging betis kambing yang dipanggang dengan bumbu spesial khas Lebanon disajikan lengkap dengan mash potato dan salad yang juga khas Lebanon.

Sementara desert alias makanan penutup, Oom Ali dan Baklawa menjadi menu terpilih, yakni campuran kacang-kacangan yang dipercaya sangat menyehatkan.

Bagi Anda yang penasaran, Shisha Cafe kini memiliki tiga cabang yang bisa Anda kunjungi, yakni Shisha Cafe Kemang, Shisha Cafe Citos, dan Shisha Cafe Menteng.

“Khusus Shisha Cafe Kemang, kami mulai buka pukul 5 sore hingga pukul 1 malam. Kalau weekend bisa sampai jam 2 malam. Berbeda dengan dua cabang lainnya yang perlu mengikuti kebijakan pemilik gedung,” ucap Alkaff.

Menariknya, di Shisha Cafe Kemang, Alkaff menyajikan Belly Dance atau tari perut setiap hari Jumat dan Sabtu sebagai suguhan khusus kepada pengunjungnya. Namun, selama Bulan Ramadhan aktivitas ini ditiadakan sementara.


* kosmo.vivanews
Lihat juga : marzano, pizza hut, sandwich

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Desember 2010
S S R K J S M
« Nov   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip

%d blogger menyukai ini: